InDesignCS

other site for indesigner

Lima Langkah untuk Menghindari Kesalahan Program Pengolah Kata
Written by Oskar Shaja   
Saturday, 15 November 2008 18:59

Membuat dokumen yang profesional dengan program pengolah kata bukanlah hal yang sulit, sebab program pengolah kata tersebut dibuat untuk menghasilkan dokumen yang baik.

Meskipun demikian, ketika Anda mulai mengubah option default dan menerapkan format khusus pada teks, hal tersebut sebenarnya akan menutupi kekurangan design dokumen tersebut sehingga pembaca tetap berminat.

Ketika Anda memformat dokumen dan mengubah beberapa hal seperti margin, font, dan jenis huruf, maka coba pikirkan beberapa hal berikut ini:

1. Margin yang terlalu besar atau teralu kecil

Hampir semua software memiliki margin default untuk mengoptimalkan area white space. Jika Anda berfikir dengan mengatur margin untuk membuat satu halaman teks dari dua halaman teks yang ada, maka saya sarankan untuk tidak melakukan hal itu. Mata pembaca akan cepat kelelahkan. Adanya area white space tersebut sebenarnya bertujuan untuk mengistrahatkan mata pembaca.

Dengan mempersempit margin sehingga dokumennya lebih panjang, maka Anda akan kelihatan seperti seorang siswa sekolah menengah yang berusaha mengelabuhi guru bahasa Indonesia. Kalaupun Anda lakukan, itu karena tuntutan desain yang spesifik, seperti menambah bentuk teks yang ekstra pada halaman layout, atau misalnya untuk mengakomodasi judul artikel.

2. Spasi yang tidak konsisten

Area white space tidak hanya berbicara tentang margin. Harus disadari bahwa setiap kali menekan tombol spacebar untuk membuat spasi antar kata, kita sudah membuat area white space. Apakah ketika membuat kata sambung dengan satu atau dua strip, atau membuat jarak antara paragraf dengan satu atau dua baris, maupun ketika membuat indent paragraf, bahwa kesemuanya itu harus konsisten.

Setelah yakin semunya telah konsisten, Anda perlu meminta seorang pembaca untuk mengevaluasi pekerjaan tersebut tentang white space yang ada serta semua elemen yang ada dalam penataan teks tesebut. Ingat, jika terlalu kecil maka akan mempersulit pembacaan, dan jika kebesaran maka akan terlihat tidak proporsional.

3. Terlalu banyak menggunakan berbagai macam jenis huruf

Jangan berfikir bahwa dengan menggunakan terlalu banyak jenis huruf/font akan membuat desain layout Anda terkesan amazing. Untuk dokumen Anda, cukup memilih satu jenis huruf saja terutama huruf jenis serif yang mudah dibaca. Untuk judul ataupun sub judul, maka huruf sans-serif mungkin akan menjadi pilihan yang baik, tetapi tidak mutlak.

4. Ukuran huruf yang terlalu besar atau terlalu kecil

Sama halnya dalam penggunaan margin maupun spasi yang dapat merugikan pembaca. Jadi perhatikan ukuran font yang Anda gunakan. Tahukan Anda, kenapa font Times New Roman 12 menjadi ukuran default MS Word?

Ya. Bukan karena bentuknya yang konservatif atau sebagai font komersial, tetapi karena font tersebut mudah dibaca. Jika diperbesar lebih dari 12 point maka akan banyak sekali white space sehingga Anda akan kesulitan mengaturnya. Kalau kekecilan pun akan mempersulit pembacaan (dan mungkin Anda harus menggunakan kaca pembesar).

5. Terlalu banyak menggunakan special formatting

Salah satu masalah besar saat ini adalah terlalu banyak menggunakan format, untuk mengeksplore feature dari program pengolah kata tersebut. Ini adalah bencana bagi layouter saat dokumen tersebut dipindahkan ke InDesign.

Secara umum, penggunaan border dan mewarnai font secara berlebihan akan terkesan bukanlah dokumen yang profesional kecuali ada tuntutan lain. Ini hanya akan membuat dokumen tersebut sulit dibaca dan akan mengacaukan isinya.

Penggunaan huruf tebal (bold), huruf miring (italic), ataupun bergaris bawah (underline) sangatlah wajar karena masih dalam kategori yang sama. Jangan gunakan secara berlebihan, simpanlah ke dalam style yang Anda tentukan untuk penggunaan berikutnya.

Dengan menerapkan kelima langkah tersebut di atas, maka proofread yang Anda buat akan tetap menarik untuk dibaca. Order layoutpun akan datang dengan sendirinya.

 

Add comment

Security code
Refresh